Sepucuk Surat untuk Sahabat

Yogyakarta, 23 Januari 2011

Teruntuk yang tak terganti, sahabatku, Suryo Baskoro.

Surat ini kubuat, masih di hari yang sama. Di hari duka yang meredupkan sinar indahmu itu.

Oyo,

Tak taukah, bahwa hati ini tergerak, bahwa airmata ini mengalir, dan raga ini ingin segera berlari menyongsongmu, menemuimu, memelukmu? Adalah kamu, yang mengajari, memberi dan membantuku dalam tiap detik hariku di masalalu. Adalah kamu, yang membuatku jatuh, tertekan, menangis karena salah yang tak pernah kutau sebabnya. Adalah kamu, yang ingin segera kutemui, yang hidupnya penting untukku, yang bebannya ingin kuampu, yang sedihnya ingin kuhapus.

Kalau, kalau saja bisa, seketika itu kupacu motorku menuju istana kecilmu dan segera menemuimu, mendengar semua sedihmu, pun menghapus laramu. Kalau, dan kalau saja bisa, seketika itu ingin kupeluk dirimu untuk membagi beban dihatimu itu, dipundakmu itu, denganku. If only i could do that. Kalau saja kalau-kalau ini benar-benar bisa kulakukan, sayang, aku tak bisa, Yo. Hanya menemuimu, meski bukan yang pertama, dan berada disampingmu yang aku bisa, sambil melontarkan guyonan jaman kita dulu, menghiburmu agar kamu lupa dengan sedihmu. Bukan, bukan agar kamu lupa dengan hari duka itu, hanya saja, agar perasaanmu lebih baik, Yo. Tegarlah sahabatku, kuatkan dirimu matahari.

Ingatlah cintanya untukmu. Orang baik seperti papamu itu, sudah sepantasnya dikenang dengan memori indahnya. Maka, kenanglah beliau dalam indah cintanya untukmu, mamamu, adik-adikmu. Yo, ikhlaskanlah, untuk hidup dalam hidup yang lebih baik di sisi Nya. Karena tak ada hidup yang lebih baik daripada hidup dalam dekap Nya. Percayalah, bahwa Allah selalu ada untuk hamba-hamba Nya yang bersabar. Bahwa Allah punya rencana indah dibalik cobaan untukmu ini. Bahwa ini yang terbaik dan yang membahagiakan untuk beliau, karena akhirnya, beliau telah kembali pada Ilahi Rabbi. Kuatkan hatimu Yo.

Kini, ingatkan aku untuk tetap, terus dan selalu menyupportmu. Meski tak ada keluh kesahmu, cerita hatimu, kisah-kisahmu, untukku tak masalah, asal kamu merasa lebih baik Yo. Aku percaya, kamu telah punya tempat sendiri untukmu berbagi. Yang bisa kulakukan kini adalah terus bersamamu. Bukankah ada mimpi yang ingin kamu capai? Pun denganku. Bersama, setapak demi setapak kita menuju mimpi kita. Hanya satu hal, aku ingin melihat sahabatku ini kembali dalam keceriaannya, kembali menjadi Oyo yang biasanya. Kamu kuat, tapi kamu boleh menangis. Ada raga ini yang siap menemani tangismu. Ada Allah yang setia mendengarmu. Tegarlah, dan tetaplah bersinar matahariku. Jangan pernah meredup, teruslah bersinar, seperti papamu memberi nama untukmu, Suryo. πŸ™‚

Oyo, sepucuk surat ini spesial untukmu. Untuk hadirmu dalam hidupku. Jangan pernah menjadi Oyo yang bukan Oyo-sahabat-terbaikku ya. Terimakasih dan maaf.

Dari yang tak pernah bisa tak mengingatmu sahabat,

Titak.

***

Dan aku hanya bisa mendoakannya dari sini..

Ya Allah, hanya doa-doa ini yang mampu kuberikan untuknya. Kuatkan hatinya ya Rabb, tegarkan ia. Masa-masa sulit ini, harus dia lalui dengan tak adanya papanya. Berikanlah ia yang terbaik, untuk tiap detik hidupnya, untuk tiap langkah kakinya, untuk tiap gores mimpinya. Berilah ia dan keluarganya keikhlasan, ketabahan dan kesabaran menerima ujian Mu ini. Sungguh ya Rabbi, hati ini ingin meringankan hatinya, menghapus segala laranya, mengurangi beban di pundaknya. Namun, hanya Engkau yang mampu ya Rabb. Karena hanya hati ini yang ingin, tapi raga ini tak mampu merengkuh dirinya.. Adalah Oyo ya Rabbiku, yang detik hidupnya tak mampu untuk tidak kuperdulikan. Lindungilah ia ya Rabb, lindungilah sahabat matahariku itu, yang sinarnya selalu hiasi hari-hari ini. Amiiin.

For me,

He is my precious super bestfriend. There’s no one can replace him.

Well, that’s all. Mungkin nanti ku post cerita yang masih berhubungan sama sepucuk surat ini.

Advertisements

3 thoughts on “Sepucuk Surat untuk Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s