Eighteen

Happy Birthday to you Happy Birthday to you Happy Birthday Happy Birthday Happy Birthday.. To you!

Happy Birthday, Happy Born day, to me! Haha, welcome to the age of 18! EIGHTEEN! I thought that a year wouldn’t be this faster. Tapi disinilah aku, berlabel remaja 18 tahun. 😀

Miladku sudah empat hari yang lalu, tepatnya, hari Selasa 22 Februari 2011. Malam menjelang berganti hari menuju tanggal dua puluh dua, aku memutuskan untuk tidur larut. Entah kenapa, aku hanya benar-benar ingin menikmati detik-detik berlalunya hariku sebagai remaja 17 tahun. Tepat pukul 00:00 di tanggal 22 Februari, sebuah pesan masuk ke HP ku. Kulihat dilayar HPku. Alifa Rasyida. Ah, mbakku itu.

HAPPY CAKEDAY SISTAAH 😀 wyatb! HAYO traktir *kedip2*

Terharu. Sudah begitu lama kami tak bertemu, tapi Mbak Alifa tetap ingat dengan hariku. Ah, cozy. Kemudian tak jauh dari waktu itu, bermunculan sms-sms dari kerabat. Om item; Nurwahid Pradipta Sarjana, Pakdhe Yohang; Yoga Hanggara. Tak berapa lama, HPku berbunyi sangat nyaring. Ada telepon. 0274-4463***. Nomor yang begitu familiar dan sepertinya aku tau siapa. Kutekan tombol answer, dan langsung terdengar suara khasnya, sahabatku, Shuluh Ashmarisya. Katanya, Selamat milad yaa Te. Hehe, telat ya, udah jam 1 ini…

Dan setelah sedikit berkata, kemudian ditutup. Ah kalau kamu tau Luh, tak ada kata terlambat untuk sahabat macam dirimu, yang rela telepon saat dini hari hanya untuk mengucap selamat untukku. Terima Kasih.

Pagi pun menjemput. Hari itu aku ujian praktek kimia. Sampai di sekolah, semua sudah sibuk dengan kertas masing-masing, berkomat-kamit menghafal cara kerja, rumus, dan berbagai nama bahan kimia yang harus dihafal. Pun komat-kamit berdoa berharap mendapat undian yang percobaannya mudah. Dan aku pun mendapat titrasi asam cuka, mudah, tapi aku blank rumusnya -__- Setelah berkutat dengan segala macam bahan kimia, aku pun keluar lab dan berniat pulang. Saat aku sedang beres-beres tas segala macamnya, tiba-tiba serempak teman-teman sekelasku bernyanyi mengelilingiku. Happy birthday Tete, happy birthday Tete.. (dan kelas sebelah anak XII IPA 2 kompak : SSSSSHHT! LOL dan terhentilah nyanyian itu). Aku hanya bisa tersenyum dan mengucap terimakasih. Oh God, You give me the best classmates ever. Thank You.

kuenya kok warna pink yak ^^’

Dan bergulirlah waktu. Sampai seseorang mengirimiku sms; Razkia Laras Abadani; isinya, Te nanti jm stgh11 ketemuan ya sm Nada Illa, ada yg mau kita bicarain. Penting. Sykron. Hiyaa, mau ada apalagi ini. Akhirnya, selama satu setengah jam aku menunggu di Lobby. Setelah bersms-ria dengan Ayas, ternyata dia masih uprak Bahasa Arab. Then, I went to Biology Lab first, dan sudah ada Illa. Ngobrol ngalor ngidul eh si Nada dateng, dan kami menanti datangnya Ayas. Sekitar pukul 11:30, Ayas dateng, pun dengan adzan dzuhur. Akhirnya, dipending. Aku melangkahkan kaki ke arah Lobby lagi. Tik-tok-tik-tok. Hampir pukul 13:00. Aku mengirim pesan singkat pada mereka bertiga. Afwan aku pulang ya. Motor mau dipake. Udah janji pulang jm segini. Aku mau tidur, nanti les. Afwan. Tapi tetap saja mereka meng-smsiku. Kupacu motorku, sesampainya dirumah, sms-sms mereka masih membombardir, tapi aku abaikan. Aku lelah, tadi malam aku tidur sangat larut. Biasa insomnia .__. Langsung kurebahkan tubuhku, menikmati nyamannya kasur, dan terlelap. Baru beberapa menit, HP ku kembali bergetar, ternyata Fadilla Tiaranisa, Illa. Tak kuhiraukan, aku sedang sangat lelah. (oke teman-teman, maafkan saya, saya sengaja nggak ngangkat telepon. Jujur, capek banget ^^v). Sekitar pukul 16:15, aku terbangun dan menyadari ada sesuatu di meja dekat kasur. Berangsut mendekat dan aku tercekat. Ah, Rabbiku. Aku mendzalimi mereka. Sahabat-sahabatku. Sebungkus tas kresek putih dan sebungkus kado. Cepat-cepat aku membukanya. Kembali aku menelan ludah, sekotak kue tart dan sebuah gamis, kerudung, kaoskaki, deker. Langsung aku baca surat dari mereka. (maaf belum sempet ke scan, besok edisi revisi ya ^^v). Dan aku telah benar-benar merusak rencana mereka, padahal mereka berniat memberiku kejutan. Dasar kau ini Tak, tak sabaran. Ya, ini kue dan gamis, kerudung, deker, kaoskaki ungu dari mereka. Jazakumullah khairan katsira 😀

Suka banget gamisnya. 😀

Dan hari itu kuakhiri dengan berdiam di rumah. Karena hujan mengguyur deras. Kurasa langitpun sama halnya denganku, bersyukur untuk nikmat-Nya yang luar biasa hari itu, hanya saja, dengan tetes-tetes air hujannya. ^^

I wondered, why my best friends weren’t coming as usual. Tapi aku berpura tak apa. Hari pun berlalu, tanggal 23 Februari 2011, hari Rabu. Malam itu aku les di sebuah bimbel yang cukup ternama. Begitu sampai tempat les, aku mencari-cari kelas dan yang kutemui adalah kelas kosong. I texted my friend, asking where the class is. Eh, ternyata teman-teman sekelasku pada diluar dideket TV. Setelah bertanya, ternyata kami tak punya kelas! OHELLO, i paid not for having no class. Well, akhirnya kami bertujuh malah menonton Indonesia VS Turmekistan di TV. Berteriaklah kami, padahal di sekeliling kami ada kelas-kelas yang sedang belajar. Aaah! Ayooo! GOOOOL! Haha. Kami menonton bersama bapak-bapak pengurus bimbel tersebut lho. Hahaha. Seru. Teeeeet! Bel ganti pelajaran bunyi. Tiba-tiba dari arah luar muncul Mahe; Mahendra Astu Sanggha Pawitra. Duduklah dia di kursi sebelahku, ngobrol. Ah ya, aku saat itu sedang menunggu smsnya Teak; Adhistia Virdhiayani Yudhanti; tapi sayangnya HPku mati. Aku pinjem HP nya Mahe, mau sms, tapi balesannya lama.

kuenya persis kayak yang dari Ayas Nada Illa, belinya tempatnya sama –“

Beberapa menit kemudian, Mahe mengajakku keluar. Ayo Ti, ikut aku. Cari makan. Katanya. Aku menimpali, Hah? Cari makan dimana. Sambil kuikuti langkahnya keluar. Waktu di depan, aku masih sibuk ngobrol dengan seorang temanku. Dan mendadak Teak muncul dari arah luar gerbang. Aku bingung, kenapa dia muncul dari luar, masak nggak les? Teak menarik tanganku. Ayo ikut aku bentar. Tanpa curiga apa-apa, aku mengikutinya, Mahe dan Ijan dibelakangku. Begitu di gerbang, aku melihat Adhi; Adhikirita Arif Permana, Adin; Adientya Nur Prihantara, dan Tika; Kartika Nur Rahma Putri, di taman tengah jalan di seberang gedung. Spontan aku berkata, Loh, kok ada Adhi? Adin sama Tika juga? (herannya, aku kok dodol banget ya hedeeh ._.). Dan begitu aku sampai di taman itu, serempak mereka bernyanyi dan Adhi membawa kue tart dengan lilin-lilin kecil di atasnya. Happy Birthday to you, Happy Birthday to you.. Maaf ya Te, kemaren tu sebenernya mau ke rumahmu, tapi hujan deres banget. Hehe. Kata mereka. Aku jongkok, terharu, kaget, it was really a surprise, I really meant it. I just could say thanks that night. Mereka pun langsung berseru, Tiup Te tiup. Keburu ada angin. Satu Dua Tiga. Ya, make a wish. Thanks to You God for gimme them. Dan mereka memberiku tas berisi kado. Rabb, mereka ini.. Sahabat terbaik yang pernah kupunya. :’) Seketika itu juga, Wah aku laper nih! Adin teriak. Dan semua mengatakan hal senada. Aku melas, cuma bisa bilang, Aku cuma bawa 40ribu ki, nggak bawa uang. Kan nggaktau kalo kalian bakal malakin aku sekarang. Adin menimpali, Tenang Tit, aku bawa duit SNMPTN, kan bisa pinjem dulu ntar mbok ijoli. DOH! –” Semua pun heboh, dan kami setuju mau makan nasi goreng sapi depan Padmanaba. Yak, benar sekali, aku meninggalkan les karena diculik mereka ini. LOL. Eh, begitu udah nyalain motor, tiba-tiba pada nggak mau nasi goreng. Selain karena Mahe nggak mau ketemu banci, Adhi ngerasa eneg, malem-malem kok makan nasi goreng. Akhirnya, pergilah kami ke SS (lagi-lagi kesini doh). Disanalah kami berbagi cerita, saling mengejek, saling ber-ihi-ihi, saling berbagi. Semua berlapis tawa. Menyenangkan sekali. Sampai akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 21:00. Waktu habis. Kami pulang, Adhi dan Teak ke arah yang sama, aku dan Tika, Mahe satu arah, dan Adin memacu motornya lebih dulu.

aku suka bangeeet. putih 😀

Sampai rumah, aku membuka kado dari mereka. Sepasang sepatu putih! Lagi-lagi aku mensyukuri nikmat dari-Nya. Ya Allah, mereka ini.. Kubaca surat dari mereka, air mataku menitik. Sederhana, tapi menyentuh. Tak berlebihan, tapi luar biasa. Ah, mereka ini. Selalu saja tau. Tak ada yang bisa menggantikan kalian sahabat. Sahabat seperti kalian ini yang seharusnya mendapat penghargaan tinggi. Dan aku beruntung bertemu dengan kalian. Semoga persahabatan kita kekal, dunia dan akhirat, sukses bersama. :’)

Alhamdulillah, aku benar-benar bersyukur untuk kedelapanbelasku ini. Aku diberi nikmat dengan adanya orang-orang yang begitu menyayangiku. Terimakasih Rabbku. :’)

Ini baru namanya sepucuk surat untuk dan dari sahabat. :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s