Secarik Kisah

tersaruk dalam indahmu
membius, terpana aku.
***
dalam bulir mata,
kulihat lebih banyak kata,
melukis makna,
mewarna rasa,
melebur lembut menjadi sejuta cinta, pun asa.
***
lagi, bening matamu menerpa hatiku,
menembus membaca qolbu,
ah, kau jelas tahu.
***
dan pesonamu,
tak ragu memelukku,
meninggalkan tapak jelas untukku,
aku pun meragu,
takut kau palsu,
takut ini hanyalah harapku,
pun dengan waktu,
yang ‘tlah jauh berlalu.
***

Mutiara Tita Trisnawijaya, 2010.

 

Dalam ke-geje-an yang luar biasa, menulis puisi geje juga, yang entah inspirasinya datang darimana.

“Menulislah jika ada yang ingin kau tulis. Apapun itu, bagaimanapun bentuknya, tetaplah menulis!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s