Miss You. Perhaps, More.

Pada rindu tak terbendung.
Pada lingkar tak terjamah.
Setetes airmata jatuh. Mengikis hati yang kian rapuh.
Tak ada angkuh. Ia rubuh. Riuh.
Menyisakan rindu bergemuruh.
Ya,
Sering kutatap langit, berbincang dengan 8 bintang.
Namun, tak ada jawaban.
Sering kutertawa bersama hembusan angin, berpesan pada 8 suara di ujung sana.
Sama, tak ada jawaban.
Sering kunikmati tetesan hujan, berharap datangnya 8 embun penuh warna.
Lagi, tak jua ada jawaban.
Ingin kubertahan,
Namun, rindu ini menggelegak. Menyeruak.
Aku rindu.. Aku rindu.. Aku rindu..
Aku rindu..
Aku merindukanmu..
Rindu ketika tangan masih kuasa berjabat. Menggenggam erat.
Aku rindu..
Aku merindukanmu..
Rindu ketika bahu masih senantiasa menopang. Hilangkan semua beban.
Aku rindu..
Aku merindukanmu..
Rindu ketika raga masih selalu bertemu. Menanti senyuman hangat.
Sampai kapan rindu ini harus kubendung sendiri?
Secepatnya,
Sesegera mungkin,
Sekilatnya,
Ah, tidak.

Sampai di batas waktu. Semoga saja, di surga Nya..

Berharap rindu ini tersampaikan.. Padamu.. :’)
Advertisements

4 thoughts on “Miss You. Perhaps, More.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s