Dalam Melodi Hujan

Dalam hujan, ingatku jatuh pada titik temu memori pertama dulu
Yang tak menahu, meski setetes embun.
Dalam riuh hujan semalam, kujumpai puzzle usang di pintu hati.
Yang meminta usai tuk temani pergi. Tak kembali.Β 
Hujan semalam ucap kata tak ingin pergi.
Pada awal tiada akhir.
Hingga rintik kembali berbisik dalam lirih, berlari, pergi bersama angin.
Pada tiap tetes hujan, katanya, menarinari bulir memori kala-tak-terdefinisi itu.
Tlah jatuh, berbuih tak selamat. Hilang dalam kejamnya waktu.
Habis masanya. Berbekas, jelas.
Namun waktu tak setia, ia tiada detik lagi. Hanya bulir pasir, naas.
Rintik telah habis, pada hitung sekian. Pun dg waktu.
Tiada lagi kutip dahulu, terlanjur berdebu.
Sedang kini, mulai biaskan semu..
*Dalam ketidakjelasan yang luar biasa. Menyampah di twitter.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s