Happiness

Happiness. A simply word. An abstract word.A word which can not be touched, but felt. If someone ask you “What is your happiness?”, then what your answer will be.
Are you happy now?

Bahagia. Sebagian orang akan berkata, bahagia itu ketika kita berlimpah harta dan materi. Menjadi seseorang yang memiliki segalanya. Bahagiakah kita? Belum tentu. Sebagian yang lain berkata, bahagia itu ketika kita menjadi seseorang yang sukses dan mencapai cita-cita kita. Menjadi businessman, direktur perusahaan, artis dan semacamnya. Bahagiakah kita? Belum tentu juga. Lalu, bahagia itu seperti apa? Kalau memang bahagia itu bukan materi, bukan pula kesuksesan, lalu definisi bahagia itu apa?

Happiness comes from everyone's heart.

Ya, bahagia itu datangnya dari hati masing-masing orang. Bahagia itu hanya bisa dirasakan, bukan disentuh. Kalau begitu, definisi bahagia tiap orang pasti berbeda. Seseorang pernah berkata padaku, “Bahagia tak pernah sesederhana mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.” Aku tertohok. Memang benar adanya. Itu bukan bahagia, itu kepuasan namanya. Seseorang yang lain pernah berkata padaku, “Bila bahagia itu ada, aku harus menunggu seberapa lama?”, bisa dikatakan bahwa ia belum menemukan definisi bahagianya; kalau pun sudah, ia sedang kehilangan bahagianya.

Mendengar ucapan-ucapan tersebut membuatku berpikir : definisi bahagia bagiku itu apa? Am I happy now?

Ketika langkah terasa ringan, perasaan terasa tenang, hari-hari terasa menyenangkan, dan kesulitan tak membuat bibir berhenti bersyukur, maka kudefinisikan sebagai bahagia. In general.

Specifically, for me, happiness is seeing people happy because of my existence and being with someone or some people whom I care and love. Or perhaps, I can say, simply, my happiness is being with you.

Bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika aku bersamamu, bersama kalian. Sesederhana doa-doa yang selalu kupanjatkan di dalam setiap sholatku untukmu, untuk kalian. Sesederhana : ingin terus bersama. Ya, untukku, sesederhana itu bahagia.

Seorang teman pernah bercerita padaku, “Aku nggak butuh materi lagi, I’ve got enough from my parents, but they always give me more and more.”, dari situlah aku merasa sangat bersyukur; bersyukurlah juga kalian; dengan keluarga yang biasa saja, aku merasa bahagia karena mereka selalu ada untukku. Lihat? Materi bukan segalanya. Bahagia tidak selalu diraih dengan materi yang berlimpah. Terkadang, hal-hal remeh macam kebersamaan adalah kebahagiaan.

Kamu, bahagiamu itu apa? πŸ™‚

Semoga siapapun yang berbahagia saat ini selalu ingat bahwa bahagia itu tak pernah datang sendiri, tapi kitalah yang mencarinya. Bersyukurlah, bahagia itu tidak mahal, sama sekali tidak mahal. Kuncinya hanya satu : tulus. Pun, yang belum menemukan bahagianya, carilah! Carilah kebahagiaanmu. Yakinlah bahwa bahagia itu ada. Seperti sebuah kutipan,

Jangan terburu-buru, karena bahagia selalu didatangkan Tuhan tepat waktu..

Berbahagialah, karena janji Tuhan tak pernah palsu! Live your life! πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s