Masa Lalumu Itu..

Masa lalumu itu…

Kalau boleh bicara banyak, aku akan bicara. Kalau boleh kusampaikan, aku akan sampaikan. Kalau boleh diutarakan, aku akan utarakan. Padamu. Ya, padamu. I am afraid of the shadow. I am afraid that the shadow still exists, remains. Ya, aku gelisah dengan masalalumu. Bukan, bukannya aku tak menerima. Aku gelisah karena masa lalumu belum sepenuhnya pergi darimu. Masih ada bayangannya di sana. Entah kau masih ingin kembali lagi atau tidak, jelasnya : aku gelisah.

Kegelisahanku ini beralasan. Aku gelisah karena merasa aku tak mengenal baik dirimu. Masa lalumu masih saja menghubungimu, meski aku tau, inbox-mu 95% adalah aku. Kau masih berbincang ria via telepon, tidak sering, tapi cukup lama. Aku cemburu? Ya, aku cemburu. Aku gelisah. I feel insecure.

Kenyataan bahwa kau pun masih menghubunginya lebih dulu itu yang membuatku tak tentu. Masa lalumu itu… masihkah ada rasa ingin kembali dari dalam dirimu? Masihkah?

Bila memang masa lalumu itu memang yang kau inginkan, jangan salahkan aku bila aku pergi. Aku disini ada untukmu. Aku disini selalu ada untukmu. Entah kau sadar atau tidak, jelasnya : aku tak pernah pergi, sekalipun. Maka, bila kau memang ingin kembali ke masa lalumu, ijinkan aku untuk melangkah mundur, memberimu ruang gerak. Agar tidak ada hati yang tersakiti. Agar semua hati terjaga baik.

Aku menangis kemarin. Aku menangis meruntuk diriku yang gelisah karena hal sepele macam masa lalumu itu. Dalam tangis diam-diam ketika kau sedang pergi itu, aku berdoa untukmu,

“Allah.. bila memang kami berjodoh, jagalah hati kami, Ya Allah. Dan aku berharap hanya kepada-Mu, berikanlah yang terbaik untuk kami. Lindungilah dia selalu. Jagalah hatinya, kuatkan dia…”

Kemudian, tak lama kau datang, untung saja kau tak melihat airmataku. Aku menangis untukmu. Aku menangis karena ingin melindungimu. You deserve someone better than her. I am not saying it is me, but seriously, I do not want you to look back. Don’t ever think to turn back and repeat the same mistake. Please..

Aku tak bisa berbuat apa-apa tentang masa lalumu. Entah dulu kau bahagia dengannya atau tidak. Entah kau ingin kembali dengannya atau tidak. Entah kau masih punya perasaan untuknya atau tidak. Aku tak tau. Yang aku tau cuma satu : aku disini, selalu disini, berdoa untukmu, untuk keluargamu, untuk kebaikanmu.

Aku tidak berharap, aku hanya berdoa. Sesederhana itu.

Pada nyatanya, tak ada yang bisa mengganggu masalalu. yang kita bisa hanyalah menerima. jangan salahkan bila mereka datang sewaktu-waktu. karena sejatinya, masalalu telah berlalu. tak ada yang perlu ditakutkan dari masalalu, ia hanya datang sekali waktu. (kuharap memang hanya berkunjung sekali waktu, bukan menetap dihatimu..)

Masa lalumu itu…

tetap masa lalumu. Sampai kapanpun, aku akan selalu berdoa untukmu. Selalu. :’)

Advertisements

6 thoughts on “Masa Lalumu Itu..

  1. sanggha says:

    Yuhuu…. πŸ˜€
    Hahaha, galaumu serasa tingkat dewa ki Ti. wkwkwkwk
    Pertama moco ki, serasa masuk kedalam, serasa keseret, serasa ikut tenggelam.
    tapi setelah mentas (selesai baca) langsung njeplak ngakak. hahahaha :)) (rofl)
    piss (^ ^)v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s