Kenyataannya….

Kenyataannya menyakitkan. Perbincangan kita sore ini memperjelas semuanya. Kita baik-baik saja, kita memang baik-baik saja. Hanya saja, puzzle itu terungkap sudah. Puzzle yang selama ini kucoba pecahkan sendiri. Kau hadirkan itu di depanku. Kaulah yang memulai lebih dulu. Perbincangan sore ini..

Aku tak tau apakah aku baik-baik saja. Tetapi, aku menahan sakit dan airmataku selama kau masih berada di depanku. Aku berusaha untuk baik-baik saja. Simpulkan saja : aku memang tak baik-baik saja. Lagi-lagi aku dihadapkan oleh kenyataan bahwa : kau tak menganggapku ada. Ya, kau tau aku tapi kau tak tau keberadaanku itu untuk siapa dan mengapa. Kau sama sekali belum menyadarinya. Kalimatmu sore ini membuatku bungkam. Rasanya duniaku sejenak berhenti.Rasanya nafas sesak. Rasanya…. Ah! Kau pasti tak mengerti. Tapi aku harus segera merespon ucapanmu. Aku mengiyakan secepat yang aku bisa. Aku meresponmu secepat dan seyakin yang aku bisa. Sewajarnya, menutupi kegelisahan yang mendadak datang. Kemudian yang lain datang dan kita selesai dengan bahasan itu. Beranjak pergi kala petang datang, kita berpisah dan langsung saja airmata merebak di pelupuk mataku. Ya, aku menangis lagi. Aku menangis untukku, untuk kita. Karena kita belum memulai, namun dengan ucapanmu, semua seperti selesai.

Beribu pertanyaan menghampiriku..
Berputar-putar di dalam kepalaku. Namun, yang terucap hanyalah,

Semoga Tuhan menjaga hatiku dan hatimu..

Allah, biarkanlah hati-hati ini menemukan pasangannya. Ya Allah, lindungilah ia selalu dan penuhilah ia dengan cinta-Mu.. :’)

Hanya itu. Sesederhana itu. Ya, doa. Hanya itu yang terucap, meski beribu pertanyaan menghinggapi hati dan kepalaku. Aku cuma percaya satu hal : Allah memiliki rencana yang indah untukku, untukmu dan untuk kita. Biarkan harapku hanya kepada-Nya. Meski kenyataannya.. Ah, jelasnya, aku tak akan berubah. Aku tetap menjadi aku yang biasanya. Meski aku tau, hati ini semakin gelisah. Tak apa, kita akan baik saja. Dan aku akan baik-baik saja.

Hati ini tak menuntut banyak. Ia hanya menginginkan satu hal sederhana : doa-doanya dikabulkan. Sesederhana itu.. 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s