Jealousy

Pada sebuah ketika, aku dihadapkan lagi dengan rasa itu.
 Pada sebuah ketika, aku merasakan lagi perasaan itu.
 Pada suatu ketika, aku cemburu.
 Ya, cemburu...

Maaf. Maafkan aku.Sungguh, aku tau sebenarnya aku tak perlu merasa begini. Sedikitpun. I am deeply sorry for that. Tidak seharusnya aku begini, kan? Maka, maafkan aku untuk perasaan ini.

Semua baik-baik saja, ya, aku tau–kau pun tau–itu. Namun, entah terasa begini menyakitkan–padahal biasanya tak apa-apa. Melihatmu bersamanya–temanku sendiri. Ah, aku bahkan tak kuasa untuk menjelaskannya. Dadaku sesak. Hatiku sakit. Mataku perih. Hanya senyum yang terangkum pahit yang bisa kuberi. Seolah-olah tidak ada apa-apa. Seolah semua baik-baik saja–percaya atau tidak, aku sangat ahli dengan hal semacam ini, kamu tentu tak perlu meragukanku lagi.

Perasaan ini semakin terasa sakit karena inilah yang pertama, sejak kamu ditemani oleh si ‘blagre‘. I’m really fine, if you pick someone else–girls–up with your ‘blagre‘. BUT. The fact that it was your first time–aish, I do not know that it would be so hurt even to tell–you got a girl free ride! I know that it is a small thing I should not have worried, but because it was you first time it does matter for me. Last night, I tried my best to not show it off. This kind of jealousy is.. I don’t know, I just want to erase my memory seeing you with that girl.

life-with-danbo-05

What am I supposed to do then? Tell you the truth? Who am I to you? I don’t have any right to tell you so. That’s why I say sorry and I apologize. I am NOT supposed to feel this kind of jealousy towards you. We are doing alright. We are just doing fine.
I am just fine tho. Well.. It does hurt, but I cannot follow this sickness feeling because you are here which is the important thing for me. I know it is useless to feel this way. I know it is pointless to be jealous. I do apologized then..

Let me manage a kind of feeling. Let me manage it. It is uneasy, but I promise you that I will manage it, because I do not really feel comfortable with this irritated feeling–another way to say jealousy, right?–actually.

Biar Tuhan yang menjaga hati-hati kita. Menjaga agar semua hati dan perasaan baik-baik saja tanpa perlu bergundah gulana. Menjaga agar tidak ada hati dan perasaan yang terluka. Menjaga kita, berdua. Ya?

Kalau begitu, jurus terjituku untuk keadaan seperti ini selalu cuma satu : mendoakanmu, hatimu, hidupmu. Maafkan aku, karena namamu selalu kusebut dalam doa : dalam doa cemburuku, cintaku, marahku, sedihku, dan bahagiaku. :’)

Bagaimana denganmu?
Karena inspirasi selalu bisa datang darimana saja, kan?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s