The Leader

6365693249_8301e8b2f4_z_large

The leader.

I have been proud of you since years ago. I have been admired you since our first meeting. I have been longed you since many months ago.

You are the leader.

You are the person in the first line of the group.

You are the first person everyone wants to rely on.

You are the first person everyone needs.

You are gonna make a history in your life, in people’s life, in our life.

You are gonna be the first person who breaks the wall.

You are gonna be the first person who acts without the box.

You are the leader.

For everyone, from now on, you are gonna be a person who everyone respects, be proud of, and listens to.

In this state, you are gonna be a person who takes a risk and a decision.

You are the leader.

I may not always be on your side, but I am always there, behind you.

To support you, to cheer you up, to help you out.

But..

Things aren’t always going well as we planned. Things are going up and down. Thus, be strong, be stronger. Hold a little longer, walk a little further, work a little harder. No matter how hard the obstacles are, you are not alone, because I definitely will not leave you alone. I am here, to take away your stress, to erase your tire and to sweep out your burden. Partner, you can do this, I can do this, and we can do this. I believe in you, I trust you, my partner–my wise and honest leader. 🙂

Our_Destiny_by_BenHeine

Terjadinya terlalu cepat, sampai aku tak tau harus berekspresi apa ketika bertatap mata denganmu. Terlalu cepat dan terlalu berat. Yang jelas aku tau dan aku pahami adalah.. aku ingin–saat itu juga–untuk mengambil semua bebanmu itu. Ini terlalu tak terbaca dan terduga, beyond expectation. Ya, maaf aku menangis untukmu. Semua perasaan berkelebat di batinku, mengatakan bahwa tak seharusnya kamu yang menanggung ini. Namun, aku tau, kamu harus tetap menerima ini. Dan, aku berkata pada diriku, ‘Kamu harus kuat, kamu harus ada, kamu harus yakin, untuknya.

Setelah itu aku mengirimimu pesan singkat–yang mungkin tak singkat: ‘semangat ya. aku ada, kalau kamu butuh dan aku percaya padamu, kamu pasti bisa.‘ jawabmu, ‘semangat semangat. sangat diharapkan bantuan darimu. terimakasih banyak ya..‘ Kubiarkan begitu, biar doa-doa ini saja yang mengungkap lebih banyak. Ya?

Postingan di bawah ini adalah ketika kamu bersinar lebih cerah dari hari-hari biasanya, ya, pagi yang itu.. Kalau-kalau kamu lupa aku tak pernah pergi;

Satu Shaf di Belakangmu

Aku tahu, kadang-kadang hidup itu tidak adil–menurut kita, meski sebenarnya Tuhan selalu bersikap adil pada manusia yang diciptakan-Nya. Tetapi pada saat kamu merasa hal itu sedang terjadi, dimana kamu merasa sedang jatuh dan dunia memusuhimu, aku di sini, di satu shaf di belakangmu ketika kamu sudah pulang nanti.
 
Kamu bilang, aku ‘rumah’mu. Bukan bangunan atau gedung, tetapi aku. Jadi, sejauh apa pun kamu pergi, kepadakulah kamu akan selalu kembali. Karena itulah, aku selalu di sini tidak pernah pergi apa pun yang menimpamu, dulu, sekarang, ataupun nanti. Karena akulah tempat kamu bisa selalu pulang. Jadi, setiap hari, aku bersedia menunggu, menyiapkan teh panas sementara kamu mengambil air wudlu. Lalu aku akan bersiap untuk berdiri satu shaf di belakangmu.
 
Dan ketika kamu lelah, aku juga selalu di sini. Menyediakan bahuku. Menemanimu bercerita untuk mengurai semua kisah satu demi satu, lalu mencari jalan untuk mengatasinya berdua. Karena untuk melihat senyummu, aku masih dengan senang hati berada satu shaf di belakangmu. Aku akan selalu satu shaf di belakangmu, dalam sholat berdua, atau dalam menjalani hidup berdua. Tidak hanya ketika berbahagia, tetapi juga ketika kamu sedang pada taraf jatuh sehingga tidak punya siapa-siapa. Karena aku tahu, kamu selalu melakukan hal terbaik yang kamu bisa untuk menjaga bahagiaku. Yang kamu minta hanyalah, aku tetap selalu berada di satu shaf di belakangmu. Bukan untuk selalu menjadi buntutmu, tapi untuk berdoa bersama dan berterima kasih bersama atas semua bahagia.

Source: http://www.namarappuccino/2013/01/satu-shaf-di-belakangmu.html

Tak muluk-muluk. Untukmu, dukungan penuh dariku. Kita hadapi bersama. Aku tak akan membiarkanmu sendiri. Aku akan menjadi kuat, agar kamu bisa bergantung padaku. Aku akan menjadi lebih sabar, agar kamu bisa mengeluarkan unek-unekmu padaku. Aku akan menjadi partnermu, jadi, tolong baik-baik saja. Aku percaya padamu dan aku selalu bangga, bahkan sebelum orang-orang lain tau bahwa kamu mampu–aku sudah menyadari lebih dulu. Selamat dan semangat ya, partner. :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s