Hei, Bolehkah Mencintaimu (Sekali Lagi)?

never_sent_letter_by_hbisnt-d4w4v63

Hei, kamu.
I see that you’re doing very well lately. Sepertinya, hari-harimu semakin padat saja. Ya, seperti biasa, selalu sibuk dengan segala macam agenda. Tapi, tetap jaga kesehatanmu ya. You look very tired and, somehow, sick. Don’t overdo things ya, I’m worried.

Hei, kamu.
Thank you for showing up in the right moment. I’ve been missing you like many-years. Kamu datang lagi tepat di saat aku kehilangan. Kamu datang dengan senyummu-yang-menyenangkan-itu. Kedatanganmu selalu kutunggu. Seperti bunga yang sabar menunggu kupu-kupu datang menghisap madunya. Ya, seperti itu.

Hei, kamu.
Tahukah kamu, sudah berapa detik waktu yang kita lewatkan untuk berjalan sendiri-sendiri tanpa saling menyapa? It’d been years! Dan selama itu, aku masih selalu menyapamu di tiap hari lahirmu. Meski, kamu seringkali lupa atau bahkan tidak ingat sama sekali. Kamu memang tak berubah. Masih sering lupa.

Hei, kamu.
Aku mengenalmu ‘tlah lama dan tanpa rima. Kita dekat tak bersurat dan tanpa syarat. Puitis sekali bukan perkenalan kita ini?

Hei, kamu.
Ada sebuah rahasia besar yang tak pernah kubagi dengan siapapun, even you. I bet you will be surprised if I tell you. Jadi, bersiap-siaplah dulu. Karena rahasia terbesarku ini sudah mengendap terlalu lama. Dan aku hanya akan memberitahumu saja. Kamu siap?

       Rahasiaku ini bernama perasaan. Ia tumbuh tanpa bisa dihentikan. Ia datang tak dapat diacuhkan. Ia, tiba-tiba, hadir di sebuah tempat: di hatiku. (Iya, aku tahu, aku sudah sering bercerita tentang folder berjudul perasaan ini denganmu. Tetapi, ini berbeda.) Ini bukan tentang dia atau lelaki itu atau masa lalu itu. Ini tentang lelaki lain. Kamu mengenalnya, sangat mengenalnya. Karena lelaki ini begitu dekat. Ah, kamu penasaran kan? I will tell you everything. See? Just be patient.
    Ketika aku mengenalnya, aku tahu lelaki ini berbeda. Entah bagaimana, he looked so funny and charming. (Kamu pasti setuju denganku, nanti.) Aku mengaguminya dari jauh. Mengagumi tawanya yang renyah. Mengagumi keahliannya yang mampu membiusku dan wanita-wanita di sekitarnya. Keahlian yang sama denganmu. Tapi, itu semua tak bertahan lama. Ketika akhirnya aku memilih menerima masa lalu itu, kamu tentu tahu ceritanya. Ya, saat itu perasaanku masih bersama lelaki ini. I was feeling so blue though. Hingga aku memutuskan untuk menyimpan rapat-rapat perasaanku pada lelaki ini di kotak pandora yang terkunci rapat. Time went by. Di saat aku melepas masa lalu itu dan berhasil mengaguminya dari dekat, lelaki ini justru memilih bersama seorang wanita cantik. Mereka begitu serasi berjalan berdua di depanku. Andai kamu tahu, kalau aku menangis diam-diam, pasti kamu akan menghiburku. Ya, perasaan itu mulai mengendap, tak bisa disingkirkan. Tepat di saat terjatuhku itu, kamu dan aku memutuskan berjalan berlawan arah. Aku bisa apa?And years came fast. Perasaan itu terlupakan, meski dengan paksa. Aku tahu, hanya kata itu yang bisa mendeskripsikan perasaan ini. (Kamu pasti bisa menebaknya kan?) Iya, dulu, aku jatuh cinta pada lelaki ini.
      Kini, aku bertemu lagi dengannya. Lelaki ini begitu dekat, lebih dekat dari dulu. Mungkin, kalau kamu dan lelaki ini bersaing, kalian itu seri. I’ve known you for almost a decade. You see? How difficult to fall for someone secretly. Fyi, lelaki ini masih semenyenangkan dulu. Keahliannya pun menyaingimu. Well, aku tak akan menyebut namanya. Kamu coba konklusikan sendiri ya?

Ah, kamu..

Thanks for listening and understanding me for years. Thanks for bringing the sunshine in my darkest days. Terimakasih untuk bahagianya.

Lastly,

Hei, kamu..
Bolehkah aku mencintaimu seperti dulu?
Karena lelaki ini adalah kamu. 🙂

***

Well.. this is (somehow) a fiction. Bit cheesy and yeah.. too much. However, I don’t know why I really want to write about this. Can’t make sure yet about adding a picture since I wrote from my gadget. So, later on, I will revise and add some quotes and photos in. Enjoy! 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s