Perempuan Ini..

fading_away_by_giladPerempuan ini memendam perasaan pada lelaki itu. Perempuan ini menyukai lelaki itu lebih dari segalanya, lebih dari yang orang lain bisa bayangkan. Perempuan ini mencintai lelaki itu dengan hatinya, tanpa sebab, tanpa syarat.

Perempuan ini telah begitu dekat dengan lelaki itu, sampai hafal semua kebiasaan-kebiasaannya. Perempuan ini hafal, kalau lelaki itu susah untuk bangun lebih pagi. Perempuan ini hafal, kalau lelaki itu tidak bisa tidur cepat. Perempuan ini pun hafal, bagaimana gerak-gerik lelaki itu saat kebingungan atau saat marah. Perempuan ini sangat paham dengan kebiasaan-kebiasaan lelaki itu.

Perempuan ini selalu memikirkan kebahagiaan lelaki itu diatas bahagianya sendiri. Tiap kali lelaki itu dirundung masalah, perempuan ini selalu berusaha menjadi yang pertama datang membawa solusi. Tiap kali lelaki itu sedang bahagia, perempuan ini tersenyum diam-diam melihat lelaki itu dari kejauhan, bersyukur untuk kebahagiaan dari-Nya.

Banyak orang tau, betapa dekatnya perempuan ini dengan lelaki itu. Sayang, mereka tidak pernah tau seberapa besar perasaan perempuan ini pada lelaki itu, lelaki yang sudah beberapa tahun ini menghiasi hari-harinya. Sering beberapa orang berceletuk, ‘Kenapa mereka tidak bersama saja?’ atau ‘Mereka ini bukannya memiliki perasaan yang sama?’, namun celetukan itu tetap menjadi celetukan saja. Tidak lebih, tidak kurang. Seringkali mereka tidak paham, bahwa perasaan terkadang tidak bisa semudah itu, apalagi bagi perempuan ini.

Ah, perempuan ini lama-lama menyadari.. bahwa lelaki itu tak lagi ‘menatapnya’. Lelaki itu diam-diam pergi, diam-diam yang percuma, karena perempuan ini selalu tau, ya, selalu tau.

 

Dan.. pada akhirnya, perempuan ini memilih pergi. Perempuan ini tak lagi mengenal lelaki itu sebaik dulu, sebaik biasanya. Perempuan ini… pergi. Meski bukan berarti berhenti mencintai. Perempuan ini memilih pergi demi kebahagiaan lelaki itu, lelaki yang perempuan ini pikir.. masih baik.

Perempuan ini memilih menyelamatkan hatinya. Menyelamatkan yang ada. Perempuan ini baik-baik saja, ia hanya kecewa, kecewa pada lelaki yang sudah dikenalnya lama yang memilih perempuan itu, perempuan yang sudah pasti tak akan bisa membersamai lelaki itu sampai akhir. Tetapi, perempuan ini mengalah. Perempuan ini… memutuskan pergi, dari hidup lelaki itu.

Perempuan ini masih berbahagia. Kehilangan, namun mengikhlaskan. Dan dari ikhlas itulah.. perempuan ini merasa hidupnya jauh lebih baik. Sedangkan lelaki itu, entah bagaimana hidupnya kini. Perempuan ini masih peduli, namun tidak lagi bertanya karena Everything Has Changed, kata Taylor Swift.

Sekarang, justru lelaki itu yang bertanya, ‘Hei, kita baik-baik saja kan?‘. Perempuan itu tersenyum dan menjawab, ‘Ya, kita baik-baik saja. Hanya, semua sudah tidak seperti dulu.‘ Dan perempuan ini pun berlalu. Meninggalkan lelaki itu yang telah menjadi masa lalu nya. Dari lelaki itu, perempuan ini belajar tulus memberi. Ya, give without a return.

Perempuan ini, kini, sudah menjadi perempuan yang hebat. Perempuan ini menempa dirinya tanpa henti. Perempuan ini memilih berlari mengejar mimpi-mimpinya.

holding-hands2

Perempuan ini pun menemukannya. After all these years… it’s always been.. you.

***

You were the first person I cared most. You were my good partner I missed most. And.. You were my hardest goodbye I finally left behind. Thank you for the life lesson you gave. Thank you for your concern when I was sick or confused. Thank you for being mad at me when I had not had my meal or lacked of sleeping. Thank you for listening all my problems and complaints. Thank you for arguing with me when I did not listen you or I had a totally different idea with you. Thank you for the sweetness and pureness you gave since our first meeting. Thank you for every little thing you had invested on me that I could not count one by one and return it to you. I am deeply sorry for every trouble you had when you were with me. Sorry for all the mess you had to get when I was around. Sorry for every single thing I promised I would do, I had you to do, and I wished I would not do. Be happy as you should be, and you MUST be! I hope you always do well and a way way way better now. Sayonara, my-somebody-that-I-used-to-know. πŸ™‚

***
Β 
Cerita ini fiksi non-fiksi dan terinspirasi dari post Namarapuccino Lelaki Ini, Perempuan Ini. Selamat bertanya-tanya. Ini draft lama yang akhirnya di posting. Enjoy.
Β 
Β 
Advertisements

2 thoughts on “Perempuan Ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s