January 23rd, A Year Ago..

It’s been a year since that day. The day when your dad passed away. A year.

Apa kabarmu? Baik-baik saja kan? Kuharap ‘iya’, jawabmu.

Pertama, maafkan alpaku tak bisa datang ke rumah dalam setahunan beliau. Maafkan pula alpaku karena terlambat menyadari, ini telah jauh melewati tanggalnya. Maafkan aku.Β Aku tau aku sudah berjanji. Aku berjanji untuk menjadi sahabat yang baik, yang akan mendukungmu kapan pun. Dan, aku justru malah melanggarnya sendiri dengan ke-alpa-anku. Sungguh, rasanya aku ingin menemuimu segera dan meminta maaf.Β  Sekali lagi, maafkan aku.

Kedua,Β maafkan aku tak menyempatkan diri untuk sekedar berkunjung. Aku masih ragu. Aku tak tau apakah kamu masih mau menjadikanku pendengar dari cerita-ceritamu seperti dulu atau tidak. Seperti yang pernah kutulis untukmu.. Aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh. Jadi, maafkan aku belum bisa menepati janjiku untuk selalu ada untukmu.

Ketiga, maafkan aku yang ingin tau kabarmu. Apa kesibukanmu saat ini? Masih bermimpi seperti yang kamu ceritakan waktu itu? Iya, mimpimu yang ingin menekuni arsitektur itu. Kuharap kamu masih memperjuangkan mimpimu itu ya. Karena aku mendoakanmu, seperti janjiku dulu.

Yo,

semoga kamu sekarang lebih kuat dan lebih semangat dari waktu terakhir kita bertemu. Untuk mama dan adik-adikmu. Dan tentunya, untuk dirimu sendiri. Agar papamu makin bangga dengan anak laki-laki satu-satunya. Aku yakin, saat ini sahabatku sudah bersinar lagi seperti matahari, seperti namamu. Semangat ya, Yo! Sampai bertemu di momen yang lebih baik. Sampai bertemu saat pribadi sudah menjadi lebih baik. Sampai bertemu sahabat baik-ku, Suryo Baskoro.

I may not always be there, by your side, but I can promise you one thing: no matter what would happen as time goes by, what situation you would face later whether it is a good or bad term, and how many years we would not have met, you are and will always be my bestfriend whom I never fail to pray for. πŸ™‚

*****

Post ini ditulis 12 Februari 2012. Menumpuk lama di draft dan baru di-post sekarang. It’s a bit cheesy though when I re-read every word of it. Maybe because I’ve met Oyo regularly and.. it feels so wrong (ups!) wrote this-sweet-and-touching-letter. However.. I’ll let him now this one too. Oh, almost forget to mention that he actually READ my previous post, Sepucuk Surat Untuk Sahabat, which I wrote too-embarassing-if-the-object-of-the-post-read-and-he-told-me-he-read-it. Fiuh. Speechless but ain’t matter, huh? Will tell more about how he could find and read it (he doesn’t have any social media, fyi) on next post, still, Best of Best Friends. Thankyou. β™₯

Advertisements

8 thoughts on “January 23rd, A Year Ago..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s