Coming Home

Postingan ini untuk mengikuti Giveaway #ResiduNamarappuccino

***

Kamu adalah pagi yang selalu ditunggu-tunggu. Terutama, oleh aku. Cerita tentang kita bermula ketika aku dan kamu memutuskan menyukai pagi lebih dari waktu-waktu lainnya.

**

5701510561_c9a847f117_b

I’ve known you for two years. Kita selalu berbagi cerita tentang segala hal. Tentang kesukaanku dan kesukaanmu. Tentang apa yang terjadi satu hari ini. Tentang hal-hal sepele yang tidak penting tak menyenangkan. Semua cerita itu sangat menyenangkan dan membuatku tak bosan. Bukan karena ceritanya, tapi karena kamu-nya. Karena denganmu, semua terasa menyenangkan.

Aku bilang, kamu itu partnerku. Everytime I’m with you, I feel like coming home. Kamu membuatku nyaman. Seolah aku telah mengenalmu seumur hidupku. Seolah kamu bukan orang lain, tapi my behalf. Aku pernah menulis untukmu waktu itu, mengutip posting blog dariΒ Namarappuccino yang di-share oleh teman kita via WhatsApp, ‘Karena itulah, aku selalu di sini tidak pernah pergi apa pun yang menimpamu, dulu, sekarang, ataupun nanti. Karena akulah tempat kamu bisa selalu pulang.‘ Aku ingin kamu merasakan hal sama sepertiku: pulang, tiap kali kamu bersamaku. Ya, aku sangat menyukai postinganΒ Satu Shaf di Belakangmu itu. Sederhana, tapi penuh makna. Seolah menggambarkan perasaan tiap wanita kepada lelakinya. Seperti aku kepada kamu.

Sekarang…

Pun, aku pernah mencintai kamu seperti aku memuja pagi. Aku pernah menjadi tempat pertama kamu bercerita tiap malam. Aku pernah menjadi seseorangmu yang selalu kamu mintai pendapatnya lebih dulu. Aku-lah yang pernah memintamu untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada papa dan mama-mu, karena kamu bukan tipe anak yang mudah mengekspresikan perasaan pada orang tuamu sendiri. Semua berubah.. Everything has changed. We used to be together all the time. We used to be a partner for each other. Pernah. Entah aku harus mengharap semua kembali atau membiarkan semua berlalu. Aku kehilangan, tapi aku menerima. Aku pernah bilang padamu kalau aku selalu ada. Aku selalu ada kapan pun kamu membutuhkanku. Aku selalu ada, tanpa kamu memintaku untuk tinggal. Aku hanya ingin kamu menyadari bahwa aku ada. Untuk itu, semoga sekarang kamu berbahagia dengannya. Seseorang yang kamu sadari hanya bisa memberimu bahagia sementara. Tak apa, aku memaafkan. Aku menerima. Meski, kehilangan tetaplah kehilangan.

Karena aku pernah mengalaminya denganmu, aku ingin kamu tahu,

Dulu, Kita pernah berbahagia berdua.Β  Itu saja.

Thank you for always coming home since our first meeting. Now, it’s the time to find another home which will accept me for good. Sayonara.

***

πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s