Peristiwa

Kadang-kadang kita teringat sebuah peristiwa bukan dari memories on this day di Facebook. Kadang-kadang peristiwa itu muncul begitu saja dalam ingatan kita. Seperti hari ini. Sebuah peristiwa yang mengingatku akan sebuah kesedihan. Sebuah peristiwa yang memanggil kembali memori-memori tak terelakkan.

Aku tak pernah tau, bahwa kesedihan bisa begitu menular sampai terasa menyakitkan. Aku tak pernah tau, bahwa perasaan seseorang bisa begitu berpengaruh terhadap perasaan kita sendiri. Aku pun tak pernah tau, bahwa kita bisa berempati sampai sedemikian rupa.

Di tanggal yang sama seperti hari ini, 5 tahun yang lalu, aku mendengar kabar yang membuatku ingin segera ber-Apparate ke rumahnya. Perasaan itu masih sama. Perasaan ingin menghapus semua kesedihannya. Perasaan ingin mengambil semua laranya. Perasaan yang bernama: keperdulian. Ternyata, peristiwa itu sudah lima tahun berlalu. Rasa-rasanya, aku ingin bertanya barang satu kalimat: ‘Apa kamu merindukan sosok Papa-mu?‘ atau malah pernyataan ‘Selama 5 tahun terakhir, kamu berusaha untuk selalu kuat dan diandalkan, selalu tersenyum, meski diam-diam memendam banyak pikiran, you have done your best.

Peristiwa ini mengajarkanku bahwa persahabatan ini begitu penting.

Kapan terakhir kali aku menangis untuk orang lain? Kapan terakhir kali aku begitu bersusah payah menahan kesedihan sampai sesak? Seperti yang aku bilang dulu, kalau aku kehilangan kebiasaan-kebiasaan kita, aku (akan) baik-baik saja, aku (akan) tetap mendukungmu seperti janjiku sejak peristiwa itu, tapi kalau aku kehilangan kamu lagi, entah apa aku punya nyali untuk menemuimu lagi, bersikap (seolah) biasa saja layaknya orang asing. Aku tak bisa meramal masa depan, tapi aku akan menjaga janjiku, sampai masing-masing kita tak bisa mengetik tanpa memakai kacamata, sampai masing-masing kita tak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain, sampai masing-masing kita tak sanggup untuk menghitung berapa banyak uban di kepala. Sampai saat itu tiba, kamu selalu punya aku.

Semoga kamu selalu berbahagia, bersyukur dan berkumpul dengan keluarga. Semoga satu per satu rencanamu segera tereksekusi ya. Doaku selalu, untuk almarhum Papa-mu. πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s