Status

Asumsi

Pada akhirnya tiap kisah akan menemui endingnya. Entah karena memang memutuskan untuk diakhiri atau berakhir sejalannya waktu. Entah berakhir bahagia atau berakhir ditengah jalan. At the end, everyone lives with their own pain and sorrow, and still survives.

Terkadang kita tidak menyadari hal-hal yang jelas-jelas sudah terjadi di depan kita adalah momen yang literally terjadi apa adanya, bukan momen yang memiliki makna lain. People tend to assume more than they should. Kesalahpahaman pun terjadi tanpa bisa dijelaskan, karena sebagian besar orangΒ takut untuk mempertanyakan kebenaran. Kebenaran yang seringkali bertolak belakang dengan asumsi kita sendiri.

Maka, sejatinya, kebenaran pasti terungkap, sooner or later. Sedangkan asumsi, tidak serta merta selalu salah, tidak juga pasti benar. Jangan pernah berasumsi jika tidak siap dengan kebenarannya. Jangan merasa benar jika itu hanya berdasar dari asumsi. Bertanyalah. Karena hanya dengan bertanya, asumsi terjawab, kebenaran terungkap.

Assumption does not necessarily right. Assumption makes everything worse. Assumption also means you don’t trust the person enough.

***

Ini sudah di Draft setaun lebih. Entah nulis ini kenapa, mungkin karena banyak melihat orang yang tend to assume without providing facts, which is menggelitik untuk ditulis. (pardon my language, been hard to not be influenced by Enjel’s style of chatting and nowadays people’s too)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s