Quote

Pergi

Kalau pergi bukan berarti meninggalkan, maka datang bukanlah pertemuan. Kalau pergi bukan berarti membiarkan, maka kembali bukanlah kepedulian. Kalau pergi bukan soal siapa, maka pulang bukanlah tentang kapan.

***

Bukankah pergi membutuhkan lebih dari sekedar niat atau keinginan? Karena pergi berarti merelakan. Merelakan kesempatan, waktu, atau seseorang. Menjadi seseorang yang pergi, tidak pernah mudah, bukan? Memaksakan diri untuk tidak perduli lagi, padahal hati menjerit-jerit ingin mengulurkan tangan. Memaksakan bibir untuk tetap tersenyum, padahal airmata sudah tidak bisa terbendung di sudut mata. Memaksakan tubuh untuk tetap menatap ke depan, padahal kepala ingin menoleh ke belakang. Pergi berarti melapangkan yang berharga, demi memeluk bahagia, meski berarti tak bisa lagi berdua.

Kita tak pernah bisa melarang seseorang yang ingin pergi. Sebesar apapun usaha kita untuk membuatnya menetap di sini, kalau dia ingin pergi, maka ia akan tetap pergi. Mungkin ia melihat ketidakbahagiaan kita, sehingga ia yang memutuskan untuk pergi. Mungkin juga ia merasa kita menemukan sosok lain yang bukan dia, sehingga ia yang memutuskan untuk pergi. Mungkin pula ia mendengar nada-nada kita tak seirama lagi, sehingga ia yang memutuskan untuk pergi. Dan di situ, ia yang harus mengorbankan perasaannya, memutus semua harapan, dan menahan bulir-bulir airmata, dengan memeluk sepi, lalu pergi. Sebab ia tau, dengan bersama, tak membuat kita berdua bahagia lagi. Bukankah pergi membutuhkan lebih dari sekedar keberanian?

Hingga suatu hari, kepergian menemukan takdir kita lagi. Padahal luka baru saja kering, tapi ia justru beradu mata dengan kita yang sedang berbahagia dengan sosok yang bukan dirinya. Remuk, mungkin. Berkeping-keping. Tetes-tetes airmata bergulir tipis kala gelap menyelimuti. Meski tau ia yang memutuskan untuk pergi, tapi ia tak menyangka akan menyaksikan kita bahagia secepat ini. Apakah pergi selalu semenyesakkan ini? Ataukah kenyataan tak bisa pulang lagi yang membuat pergi menjadi begitu meremuk-redamkan hati? Ah, mungkin memang pergi bukan cuma soal gengsi.

Ada banyak alasan kenapa pergi selalu menjadi pilihan terakhir. Ada banyak pertimbangan ketika seseorang memutuskan pergi.

Dan mungkin, sebuah alasan dan pertimbangan yang tak pernah terpikirkan oleh yang ditinggal pergi adalah:

Karena aku tau, bahagiamu bukan lagi aku, tapi dia. Karena dengan memaksa tetap bersama, aku membuatmu tidak bahagia. Karena hanya dengan pergi, kita bisa menemukan bahagia kita sendiri-sendiri, dan bersyukur atas kehadiran masing-masing.

Karena pergi adalah niat, keberanian, dan alasan untuk mengerti bahwa bersama bukan (selalu) berarti berbahagia berdua.

***

Writer’s note:

Mendapat ilham untuk menulis tentang pergi. Kalo ini sih ga ada curcolnya hahaha. Membahas soal pergi karena ternyata, meski pergi bisa menjadi keputusan bersama, pergi adalah tindakan yang heroic dan ironic. Memutuskan untuk pergi dari kehidupan seseorang karena dengan bersama tidak membuat dia bahagia, adalah hal yang hebat. There’s a certain feeling about leaving: unpleasant. Broad banget emang, tapi it’s true. Ga ada yang seneng melihat seseorang kita ternyata lebih bahagia dengan orang lain. Ga ada yang rela melepaskan seseorang karena tau ia sudah mencintai yang lain. Maka, jika pergi adalah jalan yang dipilih, dia hebat. Karena yang pergi selalu lebih sakit dari yang ditinggal pergi. Hope you find someone who will always cherish you and count his/her blessing for your relationship/friendship. Jangan buat seseorang jadi bahagiamu, tapi jadikan kebersamaanmu menjadi syukur. Karena bersyukur adalah sumber bahagia, bukan? Love! ❀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s