Tentang

Barangkali memang tak pernah terlintas olehku bahwa yang akan bersamaku sekarang ini kamu. Barangkali pula namamu tak pernah terucap dalam doa-doa malamku hingga kemarin. Barangkali inilah kebetulan menyenangkan yang kita sebut dengan ‘takdir’.

***

Aku masih saja bertanya-tanya tentang kita hingga detik ini. Apakah kebersamaan ini nyata? Apakah kamu benar-benar menerimaku apa adanya? Apakah kita memang ditakdirkan untuk bersama? Aku masih meragu, bukan kepada kamu, tapi kepada kemampuanku untuk menyayangimu sebesar kamu ke aku. Aku masih tak percaya diri dengan kebersamaan kita–yang terasa dekat, namun nyatanya jarak membuat kita jauh. Aku mungkin memang masih belum seyakin kamu, tapi diatas semua ketidakyakinanku, aku sedang berharap selama ini memang kamu.

***

Kamu menjatuhcintaiku seolah aku-lah satu-satunya sumber bahagiamu. Kamu menyayangiku seolah aku-lah alasanmu untuk berbahagia tiap hari. Kamu memelukku seolah aku-lah yang paling kamu takuti pergi dari hidupmu.

Aku tersanjung sayang. Aku merasa nyaman dengan kamu yang menghujaniku dengan perhatianmu. Aku merasa aman dengan kamu yang mendekapku erat tanpa ragu. Aku merasa hangat dengan kamu yang menciumku tanpa ampun hanya untuk membuatku tau besar rindumu. Ah, kalau saja kamu tau, aku yang sekarang menulis ini sedang rindu pada tatapan-tatapanmu yang teduh, dekapan-dekapanmu yang menenangkan, degup-degup jantungmu yang seringkali tak berirama, dan kecupan-kecupanmu yang selalu mampu membungkam bibirku.

Kalau saja rindu bisa memangkas jarak antara kita berdua, tentunya kita sudah menjadi dua orang paling bahagia sekarang. Bertemu, lalu memeluk rindu. Bertukar sapa, lalu bercerita berdua. Bagiku, bahagia akan sesederhana itu.

***

Kamu bilang, kamu takut kehilangan sampai-sampai dadamu sesak. Kamu bilang, kamu ingin menjalani hidup denganku mulai detik ini. Kataku, kita tidak boleh membiarkan hati kita terlalu jatuh, agar jika salah satu dari kita memutuskan pergi, hati kita tetap utuh. Kataku, kita tetap harus memakai logika masing-masing, agar jika salah satu dari kita tersakiti, logika kita tetap mampu memberi alasan untuk bertahan berdua.

Kalau nanti kita menua berdua, aku tak akan meminta apa-apa. Bagiku, cukup kamu dengan kesabaranmu menghadapi aku yang sering menyebalkan. Cukup kamu dengan ketulusan cintamu yang tak pernah ada habisnya untukku. Cukup kamu dengan besarnya maafmu  yang selalu mampu membuatku jatuh cinta (lagi) padamu. Kalau nanti kita menua bersama, aku ingin kita pun mendewasa bersama. Lalu kita tapaki tiap-tiap anak tangga menuju kedewasaan berdua. Bukankah bersama adalah kebahagiaan kita?

Aku ingat aku pernah memintamu pada Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu saat aku mulai tidak percaya bahwa masih ada manusia yang menganggap kalau; setia adalah sesuatu yang lebih berharga daripada harta.

-Falafu (Memberi Jarak Pada Cinta)

***

Aku sedang memilin rindu, lalu menanam cinta. Agar keduanya pelan-pelan tumbuh, kemudian membawamu dalam dekapku. Bulir airmataku menetes tiap kali rindu tak mampu dipeluk oleh doa. Sesak di dada selalu hadir tiap kali rasa tak bisa diucap dengan kata. Semoga kita selalu saling menguatkan sayang, dalam raga yang tak mampu bersua, dalam kata yang tak bisa dirangkai, dalam peluk yang tak dapat direngkuh. Because I miss you like I miss home.

***

Aku cerewet, aku tak ingin membuatmu lelah mendengarkanku
Aku ceroboh, aku tak ingin membuatmu lelah mengingatkanku
Aku cengeng, aku tak ingin membuatmu lelah menghiburku
Aku rapuh, aku tak ingin membuatmu lelah menguatkanku

Ini bukan tentang siapa yang lebih mampu melengkapi kelemahan
Ini bukan tentang siapa yang lebih bersedia mencintai kekurangan
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu khawatir
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu sayang

Kita bukan hanya aku. Karena setiap masalah yang akan dihadapi, selalu menjadi kita. Kita bukan hanya kamu. Karena setiap kebohongan yang coba digenggam, selalu menjadi kita.

Aku menyayangimu, tapi aku tak ingin kamu lelah menyayangiku
Aku tahu kamu menyayangiku, maka bicaralah tentang kelelahanmu
Biar kita coba jalani segalanya berdua
Biar tak ada yang merasa lebih banyak berusaha
Karena kita, adalah kamu dan aku.

Falafu

***

Aku tak bisa menjanjikanmu apa-apa. Aku tak bisa berjanji aku tak akan meninggalkanmu, karena sejatinya manusia pasti akan pergi. Aku tak bisa berjanji aku tak akan menyakitimu, karena sedari awal aku sudah menyakitimu dengan ketidakyakinanku. Aku pun tak bisa berjanji aku tak akan membuatmu lelah, karena aku sudah bilang kalau bersamaku akan selalu melelahkan. Aku memang tak bisa janji apa-apa, karena aku tak ingin mengkhianatimu dengan janji-janji yang aku sendiri tak yakin bisa memenuhinya. Tapi… (semoga ini menenangkanmu dan memenangkan hatimu) aku menyayangimu dari nol dan terus menerus naik. Untuk itu, yakinkan aku selalu ya. Agar sayangku sampai di seratus. Yakinkan aku sampai aku tak bisa apa-apa kecuali berkata ‘iya‘.

Setelah bertemu denganmu, aku selalu berdoa:

Semoga hubungan ini bukanlah sebuah kesalahan. Karena, jika hubungan ini adalah sebuah kesalahan, maka ini adalah satu-satunya kesalahan yang aku tidak mau menjadi benar.

***

Terimakasih karena menerimaku yang begini adanya. Terimakasih karena mau bersamaku yang begitu cengeng, lemah, dan merepotkan. Terimakasih karena masih berupaya meyakinkanku yang meragu tentang kita. Terimakasih karena telah mau bersabar untuk aku, dan untuk kita.

***

 

 

Writer’s note:

For the first time ya, saya nulisnya rada detail. Mohon dimaklumi ya walopun ini Ramadhan. Ini tulisan udah tertimbun berhari-hari dan baru selesai ditulis. Beberapa mengutip dari Falafu, salah satu penulis yang ternyata saya suka bahasanya. Trus judulnya cuma Tentang soalnya ga ngerti mau ngasi judul apa wkwk. Ywda. Enjoy and spread you love! ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s