Quote

Yang Keempat

Aku tidak pernah merasa setidak-yakin ini, ketika harus memutuskan memilih. Belum pernah ada sebuah keputusan yang membuat kepalaku harus berdengung berhari-hari. Aku, dalam ketidakyakinanku, terus membentengi pada apa-apa yang mendekatkanku padamu. Berkali-kali pula aku mempertanyakan perasaan-perasaan yang sering kali membingungkanku. Lalu, tiba-tiba saja aku sudah jatuh cinta pada keinginanmu: meyakinkan aku.

Itu, adalah alasan kesatu.

Menjadi yang diinginkan ternyata memang menyenangkan. Apalagi ketika diinginkan seperti aku adalah satu-satunya yang mampu membahagiakanmu. Padahal, justru aku yang berbahagia hanya dengan keberadaanmu. My heart skips a beat, a milisecond faster in the way I’d never dreamed of, but now.

Itu, adalah alasan kedua.  Continue reading