Tentang

Barangkali memang tak pernah terlintas olehku bahwa yang akan bersamaku sekarang ini kamu. Barangkali pula namamu tak pernah terucap dalam doa-doa malamku hingga kemarin. Barangkali inilah kebetulan menyenangkan yang kita sebut dengan ‘takdir’.

***

Aku masih saja bertanya-tanya tentang kita hingga detik ini. Apakah kebersamaan ini nyata? Apakah kamu benar-benar menerimaku apa adanya? Apakah kita memang ditakdirkan untuk bersama? Aku masih meragu, bukan kepada kamu, tapi kepada kemampuanku untuk menyayangimu sebesar kamu ke aku. Aku masih tak percaya diri dengan kebersamaan kita–yang terasa dekat, namun nyatanya jarak membuat kita jauh. Aku mungkin memang masih belum seyakin kamu, tapi diatas semua ketidakyakinanku, aku sedang berharap selama ini memang kamu.

***

Kamu menjatuhcintaiku seolah aku-lah satu-satunya sumber bahagiamu. Kamu menyayangiku seolah aku-lah alasanmu untuk berbahagia tiap hari. Kamu memelukku seolah aku-lah yang paling kamu takuti pergi dari hidupmu. Continue reading

Jauh

Kita tak pernah tau seberapa dekat jauh itu, atau seberapa jauh dekat itu. Kita tak pernah tau ukurannya. Apakah diukur dari lama kaki melangkah? Ataukah lama kereta melaju? Atau malah lama perahu dikayuh? Ah, rasanya tidak ada orang yang mampu menjawabnya.

Apakah jauh itu jarak satuan kilometer rumahku dan rumahmu? Kita masih berada di satu kota, masih dekat, katamu. Kubilang, tetap saja kenyataannya raga kita terbentang jarak ratusan kilometer sekarang. Tak peduli walau jarak rumah kita yang hanya sepelempar batu itu terhitung dekat.

Apakah jauh itu detik yang dihitung ketika kita hanya bisa menatap jendela didalam kereta? Kita masih terhubung dengan rel-rel yang menuju tempatmu berada, bersabarlah, hanya 28800 detik, katamu. Kubilang, berapa kali lagi aku harus menatap jam dinding, menghitung tiap detik Continue reading

Menjumpai Pagi Tanpa (-ku)

Pernah suatu hari aku teringat tentang Pagi favoritku. Pagi favorit yang sudah tak kujumpai lagi. Pagi favorit yang sudah tak lagi berada di deretan hal-hal terfavoritku.

***
Apa kabar, Pagi? Sudah lama kita tak saling menyapa. Mendung selalu membatasi kita untuk sekedar bertukar sapa. Ada jarak yang tercipta diantara kita sejak saat itu, ya. Aku mendadak teringat tentang kisah kita. Kisah yang tak pernah kusesali adanya. Kisah yang mengajariku bahwa pagi akan selalu datang, meski pagi itu bukan lagi kamu.

Pernahkah kamu merasa ingin menarik semua benang-benang kusut kita, lalu menciptakan cerita-cerita yang mungkin saja berakhir lebih bahagia?
Suatu hari di penghujung malam, aku pernah melakukannya.

Aku membayangkan saat ini kita sedang saling menguatkan. Dalam kasus ini, kamu selalu menjadi janji tentang Pagi yang pasti akan datang. Sedangkan aku menjadi aku yang selalu memberimu harapan bahwa esok pasti selalu lebih baik dari sekarang. Mungkin saat ini kita sedang berebut soal argumen siapa yang paling benar, tentang buku-buku favorit kita atau film-film yang baru kita tonton kemarin sore. Membicarakan hal-hal sepele macam ini. Continue reading

Okaerinasai

8718549751_99fe958e77_b

Okaerinasai.

You have been here almost 2 months. I welcomed you with the warmest smile I’ve ever given. I was definitely happy waiting you to come back here. I had never expected that it was going to be my last, smiling and hugging you. I had never anticipated to lose you this early.

Ya.. Welcome back home. Home you’d stayed for more than 2 years. Home you’d longed since the first meeting. Home you’d missed whenever you were away. Our Continue reading

I simply miss us

2746591706_3aefd72f16_b
 
There will always an empty room I keep in my heart, for you to come when you drained. But sometime, it locks itself when you’re busy around. Maybe, trying which gets us trapped in the same mistake over and over again. Maybe what we’ve got to do is just let the life flows into its direction without any force to stop and change it for our own purposes. Because half of this heart who doesn’t wanna let you go, for any reason, in any circumstance. I miss you, and it gets worse as the time passed by.
-quoted from Berta Dewi

I’ve invested all my heart and life. I’ve given all for you. I was not supposed Continue reading

Kadang-Kadang

10-actions-happiness

Kadang-kadang aku tersenyum atau bahkan tertawa diam-diam, ketika mengingatmu. Tentu saja, sendirian. Orang lain mungkin akan menganggapku aneh. Namun, aku tak peduli. Karena seringkali, hanya mengingatmu–bahkan namamu–ujung bibirku tertarik dan segera membentuk senyum.

Kadang-kadang aku mengingatmu saat menatap langit–tak peduli cerah ataupun mendung. Tentu saja, sendirian. Orang lain mungkin berpikir aku sedang tak baik-baik saja. Padahal, belum tentu. Karena aku selalu mengingatmu diantara kisah-kisah bahagia kita–tanpa menghiraukan kisah-kisah tak menyenangkan kita, jelasnya.

Kadang-kadang aku Continue reading