Quote

365 Hari

365 hari semenjak saat itu. Dengan segala prasyarat yang kamu iyakan meski kamu tak tau akan mampu bertahan berapa lama.

We’ve been thru hurricanes and calm storms. I’ve been mad at you for hundreds of times, but I choose not to leave, eventhough I can run away anytime I feel ‘enough’ of your presence. But, again, I stay. I stay with your uneasy mood, your somehow possessive love, your unbearable sarcasm, and your sloppy character.

It’s been 365 days and I still love you more than words can describe. 

Felice anniversario tesoro. Buon anniversario di primo. 💙

Thank you for your patience, your never ending love, and everything I couldn’t mention, but still be grateful of. See you when I see you, 🐻💙

Quote

Yang Keempat

Aku tidak pernah merasa setidak-yakin ini, ketika harus memutuskan memilih. Belum pernah ada sebuah keputusan yang membuat kepalaku harus berdengung berhari-hari. Aku, dalam ketidakyakinanku, terus membentengi pada apa-apa yang mendekatkanku padamu. Berkali-kali pula aku mempertanyakan perasaan-perasaan yang sering kali membingungkanku. Lalu, tiba-tiba saja aku sudah jatuh cinta pada keinginanmu: meyakinkan aku.

Itu, adalah alasan kesatu.

Menjadi yang diinginkan ternyata memang menyenangkan. Apalagi ketika diinginkan seperti aku adalah satu-satunya yang mampu membahagiakanmu. Padahal, justru aku yang berbahagia hanya dengan keberadaanmu. My heart skips a beat, a milisecond faster in the way I’d never dreamed of, but now.

Itu, adalah alasan kedua.  Continue reading

Quote

Pergi

Kalau pergi bukan berarti meninggalkan, maka datang bukanlah pertemuan. Kalau pergi bukan berarti membiarkan, maka kembali bukanlah kepedulian. Kalau pergi bukan soal siapa, maka pulang bukanlah tentang kapan.

***

Bukankah pergi membutuhkan lebih dari sekedar niat atau keinginan? Karena pergi berarti merelakan. Merelakan kesempatan, waktu, atau seseorang. Menjadi seseorang yang pergi, tidak pernah mudah, bukan? Memaksakan diri untuk tidak perduli lagi, padahal hati menjerit-jerit ingin mengulurkan tangan. Memaksakan bibir untuk tetap tersenyum, padahal airmata sudah tidak bisa terbendung di sudut mata. Memaksakan tubuh untuk tetap menatap ke depan, padahal kepala ingin menoleh ke belakang. Pergi berarti melapangkan yang berharga, demi memeluk bahagia, meski berarti tak bisa lagi berdua. Continue reading

Quote

Logika dan Perasaan

Seandainya logika selalu mampu mengetahui mana yang benar dan salah, tentunya perasaan tak perlu ikut campur dalam tiap pengambilan keputusan.
Seandainya logika selalu tau kemana arah yang kapal berlabuh, tentunya perasaan tak perlu ikut andil dalam menentukan dimana hati kan berlabuh.

Seandainya logika selalu memahami kebutuhan hati, tentunya perasaan tak perlu ikut repot menenangkan tiap kali kegelisahan datang.
Seandainya logika selalu bisa diandalkan untuk memilih satu diantara dua, tentunya perasaan tak usah pusing mencari tau kemana hati akan bermuara.

Seandainya logika dan perasaan bisa saling berjalan berdampingan, Continue reading

Quote

Hidup Ini Lucu

Hidup ini lucu ya.
Seseorang yang dulu adalah dunia bagi kita, sekejap saja bisa menjadi orang asing yang saling menyapa pun tidak. Seseorang yang dulu sangat berarti bisa berubah menjadi seseorang yang menyebabkan sesak di ulu hati. Seseorang yang selalu menjadi alasan kita bangun lebih pagi bisa menjadi penyebab kita tak mau jatuh cinta lagi.

Hidup ini lucu ya.
Mereka bilang tak bisa bersama karena masing-masing sudah memiliki pasangan, tapi mereka bilang tak bisa saling melupakan. Mereka memutuskan untuk mengakhiri semua, tapi mereka juga yang memutuskan untuk tak saling memutus asa. Mereka janji ingin melangkah maju dan melupakan perasaan masing-masing, tapi mereka juga yang diam-diam masih menjalin hubungan di belakang.

Hidup ini lucu ya.
Dia bercerita tak ingin jatuh lagi di lubang yang sama, tapi Continue reading

Quote

Barangkali, Suatu Hari Nanti..

Barangkali kita pernah saling melewatkan, sampai akhirnya kita berada di titik mungkin-memang-kita-tidak-ditakdirkan-bersama. Barangkali kita juga pernah berusaha membuat satu sama lain menyadari kehadiran masing-masing, sampai akhirnya kita mulai mempertanyakan sendiri apakah kehadiran masing-masing begitu berarti. Barangkali kita pun pernah mencoba menahan diri untuk tidak saling jatuh cinta, sampai akhirnya masing-masing kita merasa tak ada seseorang yang menarik di hati masing-masing.

Barangkali kita sama-sama takut mengakui bahwa kehadiran masing-masing memiliki arti lebih dalam hidup. Barangkali pula kita sama-sama memenangkan ego kita sendiri, meyakinkan diri bahwa Continue reading